Top Social

dan ceritanya

Rabu, 22 Juni 2016

Catatan Orangtua Sebagai Guru

Menjadi orangtua itu sungguh luar biasa. Ada kesenangan, kesedihan, kegembiraan, kekesalan, luapan emosi, dan rasa gemas. Sebagai ibu dari seorang anak rasanya banyak sekali hal yang dapat dipelajari dan mendadak menjadi seperti peneliti. Kegiatan sehari-hari seorang ibu di rumah adalah memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak. Pekerjaan rumah tangga bisa saja menjadi tugas sampingan diantara tugas utama sebagai pengawas sekaligus guru bagi anak di rumah. Rasa takjub dan syukur yang tiada henti menjadi warna keseharian saya sebagai ibunya. Pertumbuhannya, perkembangannya, belajar indikator pertumbuhan dan perkembangan anak, membaca artikel keorangtuaan, membaca buku keorangtuaan, belajar dan terus belajar memperbaiki diri hanya dari seorang anak.

Orangtua adalah guru sekaligus teladan bagi anak. Sedangkan anak adalah sumber pembelajaran orangtuanya. Dalam hal perkembangan anak, pertanyaan yang paling saya sukai adalah manfaatkan atau dibiarkan berlalu? Saya sudah pasti menjawab, manfaatkan. Sebab kesempatan yang ada dari seorang anak tak kan bisa diulang di lain waktu. Masa kecil seorang anak sungguh sangatlah cepat berlalu. Saya pun sangat bersemangat mempelajari aspek tumbuh kembang anak terutama lingkup perkembangan pada nilai agama dan moral, fisik - motorik, kognitif, bahasa, sosial - emosional, dan seni. Memahami indikatornya lalu kemudian memperhatikan kegiatan rutin sehari-hari sekaligus stimulasi pada aspek yang akan dicapai oleh anak.

Anak itu anugerah yg tak ternilai. Ia hanya titipan, bukan sepenuhnya milik ibu dan ayah, oleh karenanya alangkah bijaksana jika orangtua menghabiskan masa pengasuhan anak dengan belajar dan terus belajar. Kegunaannya orangtua belajar adalah untuk mengevaluasi diri dan menyadari bahwa anak bukanlah investasi yg hanya diharapkan meberi keuntungan di hari tua.

Anak mengajarkan orangtua untuk sabar dan ikhlas. Sabar dalam merawat dan membimbingnya semasa kecil dan ikhlas merelakan pilihan hidup yang akan menjadi tanggungjawabnya di masa dewasanya kelak. Orangtua hanya mampu mendoakan kebaikan anak dan memohon perlindungan dari Yang Maha Melindungi. Percayalah kepada anak, niscaya ia pun akan percaya pada orangtuanya. Orangtua seperti cermin anaknya, anak seperti cermin orangtuanya. Bersyukur diberi kesempatan menjadi orangtua sekaligus guru bagi anak. Saya berusaha untuk tidak berhenti belajar dan insya Allah mampu mengamalkan ilmu yang bermanfaat.
Be First to Post Comment !
Posting Komentar