Top Social

dan ceritanya

Sabtu, 18 Februari 2017

Aliran Rasa Selama Mengikuti Kelas Komunikasi Produktif

Selesai tantangan 10 hari komunikasi produktif bukan berarti selesai juga tugas memperbaiki komunikasi produktif bersama suami dan anak di rumah. Justru seharusnya setelah selesai tantangan 10 hari komunikasi produktif mulai banyak evaluasi apakah jenis kegagalan komunikasi produktif beserta kesuksesannya dapat dirumuskan menjadi "seni" komunikasi produktif yang jauuuuh lebih bermakna bagi suami dan anak, termasuk berkomunikasi pada diri sendiri.

Jujur saya sering sekali membayangkan seakan-akan di jidat (dahi) saya ada tombol "pause" untuk saya berpikir sejenak sebelum berbicara dan mentransferkan komunikasi produktif pada suami dan anak. Perubahan belum terasa signifikan karena jam terbang komunikasi produktif perlu dijadikan budaya dalam peradaban keluarga kami.

Alhamdulillah, dengan tantangan 10 hari komunikasi produktif membuat saya, suami, dan anak semakin meningkatkan kemampuan diri kami masing-masing dalam melaksanakan forum diskusi keluarga. Terlebih saya jadi membiasakan diri untuk mengucapkan perkataan yang mengandung "kalimat efektif" dalam berkomunikasi produktif di keluarga. Masih berusaha konsisten. Bismillah.
Be First to Post Comment !
Posting Komentar