Top Social

dan ceritanya

Kamis, 31 Agustus 2017

Ekspektasi Realistis

Kemarin saya mengikuti kelas kurikulum Keluarga Kita ke-2 tema Disiplin Positif bersama Najelaa Shihab di FX Sudirman. Sebagai orangtua, tentunya saya ingin memberikan yang terbaik untuk anak. 

Saya menyadari bahwa saya sebagai orangtua memiliki ekspektasi yg kadang terlalu tinggi untuk anak usia 2 tahun. Suka merasa gimanaaa... gitu pas anak saya gak mau mengikuti instruksi tante psikolog di kelas bermain. Saya sadar bahwa anak saya punya keterbatasan dan punya kekurangan disamping sekian kelebihan yg ada di dalam dirinya. Saya menerima keterbatasan dan kekurangan diri anak saya. Saya merasa masih menjadi orangtua yg terlalu berharap banyak pada anak. Saya perlahan menyadari dan bertanya pada diri ini, apakah anak saya bahagia dengan harapan yg saya titipkan untuknya? Jujur ada rasa khwatir yg menyelimuti diri ini jika mengingat hak anak saya untuk berbahagia menjadi dirinya.

Pada awalnya ekspektasi saya berlebihan terhadap anak usia dini. Namun perlahan saya menyadari anak saya masih butuh perhatian, masih banyak kebutuhan-kebutuhan yg wajib dipenuhi pada taham perkembangannya sebagai anak batita. Termasuk memahami dulu temperamen bawaan anak dan tahap perkembangan sesuai usia anak. 


Butuh perenungan kembali mengenai materi kemarin, saya praktikkan dulu bersama anak di rumah. Selanjutnya akan saya catat kembali di blog pribadi. 😉



Be First to Post Comment !
Posting Komentar