Top Social

dan ceritanya

Kamis, 24 Agustus 2017

Financial Literacy Workshop II : Budgeting and Saving

Apakah ada yang masih merasa setiap terima gaji selalu kurang? O-ow... Coba tanya kembali ke dalam diri, seringnya uang digunakan buat apa saja? Kok bisa gak ketahuan uang gaji atau hasil usaha larinya ke mana?

Sebagai seorang perempuan, istri, sekaligus ibu, mengelola uang penghasilan suami ditambah hasil usaha sendiri merupakan hal yang tidak selalu mudah. Sebab perempuan banyak maunya tapi uang yang ada hanya bisa memenuhi kebutuhan keluarga. Nah, tadi saya berkesempatan menghadiri acara Ibu Berbagi Bijak yang diselenggarakan oleh Visa dan OJK untuk memberi edukasi keuangan kepada kami para ibu blogger yang senang belajar terlebih belajar mengelola keuangan supaya lebih terukur dan sesuai tujuan finansial keluarga.

Financial Literacy Workshop II yang fokus mengangkat topik Budgeting and Saving ini kami diedukasi oleh Prita Ghozie dari Zap Finance. Hal pertama yang harus dilakukan sebelum masuk ke budgeting and saving adalah Financial Check Up. Hayo... Sudah pernah dicek penghasilan selama ini dialokasikan untuk apa saja? Kalo sudah lewat Financial Check Up mari kita bahas terlebih dulu kebutuhan dasar yang pada umumnya harus diprioritaskan sebelum dianggarkan untuk tabungan dan investasi.

Inilah kebutuhan dasar yang secara umum harus diprioritaskan:


1. Menyiapkan uang pernikahan
2. Menyiapkan dana pembelian rumah
3. Menyiapkan dana pembelian mobil
4. Menyiapkan dana kelahiran anak
5. Menyiapkan dana pendidikan anak
6. Menyiapkan dana ibadah haji
7. Menyiapkan dana pensiun

Setidaknya 7 kebutuhan dasar diatas sering dihadapi dan dapat mempengaruhi jumlah anggaran yang ditentukan berdasarkan tujuan keuangan setiap keluarga.



Makjleb banget kan ya ungkapan diatas, "GAJI TIDAK BERHUBUNGAN LANGSUNG DENGAN KAYA, TAPI GAYA HIDUP!". Mau jumlah gaji besar atau kecil sebetulnya bisa mencukupi kebutuhan hidup. Cuma masalahnya belum banyak yang mengerti apa iya yang selama ini kita dambakan dan banyak diinginkan itu adalah kebutuhan alias bukan kemauan? Pada kenyataannya keinginan manusia tak akan ada habisnya, keinginan akan terus meningkat apalagi saat penghasilan bertambah bukannya makin paham kebutuhan melainkan keinginan semakin meningkat. Keinginan yang terus meningkat itu yang sering disebut GAYA HIDUP.

Kebutuhan saat ini dan masa depan bisa sangat berbeda tergantung jatuh tempo atau yang sering disebut kebutuhan jangka pendek dan kebutuhan jangka panjang.

Menurut Prita Ghozie, prioritas alokasi penghasilan terbagi menjadi 7, yaitu:

1. Zakat, infak, sedekah
2. Bayar pinjaman
3. Tabungan dan investasi masa depan
4. Persiapan masa sulit
5. Biaya hidup
6. Anak dan pendidikan
7. Gaya hidup




Teknik mengatur pengeluaran cara Prita Ghozie adalah membagi pemasukan (gaji) menjadi 3 rekening. Satu rekening untuk biaya bulanan, satu rekening lain untuk dana darurat, dan satu rekening lagi untuk tabungan/investasi.


Kelihatannya mudah ya, semoga bisa dipraktikkan dalam mengelola keuangan keluarga.



1 komentar on "Financial Literacy Workshop II : Budgeting and Saving"
  1. Nice info mengenai pengelolaan keuangan, semoga masyarakat banyak yang mengetahui hal ini sehingga keharmonisan keluarga menjadi lebih terjaga.

    BalasHapus