Top Social

dan ceritanya

Selasa, 19 September 2017

Gunakan Waktu Luang dan Wujudkan Mimpi Menjadi Ibu Bersinar


7 dari 10 wanita akui kesibukan sehari-hari yang menyita waktu bisa jadi hambatan untuk mengejar mimpi. 

Hasil survey yang dilakukan oleh Sunlight mengungkap fakta bahwa perempuan Indonesia adalah sosok yang ingin maju (progress-seeker), yang masih memiliki keinginan kuat untuk mewujudkan impian mereka. Namun kesibukan dan kurangnya waktu luang bisa menjadi penghalang untuk mewujudkan mimpi.

Sebagai sabun cuci piring terkemuka di Indonesia, Sunlight meluncurkan kampanye "Ibu Bersinar Sunlight" yang menginspirasi perempuan Indonesia untuk menggunakan waktu luang dan wujudkan mimpi serta potensi yang dimiliki.

TUM Bloggers Meet Up kemarin berlangsung di Suasana Restaurant, Aston by Kuningan Suite Jakarta pada pukul 12.00 siang.

Acara konferensi pers dengan tema "Ibu Bersinar Sunlight" memiliki tujuan utama Menginspirasi Perempuan Indonesia Untuk Gunakan Waktu Luang dan Wujudkan Impian Terpendamnya.

Dibuka dengan sambutan dari Head of House Hold Care PT. Unilever Indonesia Tbk., Veronika Utami, dan dihadiri oleh narasumber inspiratif yang memiliki passion point (minat utama), yaitu Ratih Ibrahim (Psikolog), Rinrin Marinka (Chef), dan Ria Miranda (Fashion Designer).


Melalui penelitian Sunlight "Pockets of potential: How micro-learning during pockets of time can lead to new skills and opportunities" mengungkap bahwa setiap orang dapat mewujudkan impian atau passion yang mereka miliki dengan menyediakan waktu paling tidak 15 menit setiap harinya dengan mempelajari dan mengulangi keterampilan yang sama.


Berbekal pengalaman pribadi, saya adalah ibu yang 'sibuk'. Rasanya waktu 1 hari 24 jam tidak pernah cukup untuk melakukan banyak hal. Mungkin anggapan itu sudah alasan masa lalu ya. Masak sih... Emang iya?

Semua sudah ditemukan solusinya bahwa untuk menjadi Ibu Bersinar hanya diperlukan waktu minimal 15 menit sehari untuk belajar sesuatu hal yang baru. Ingat pepatah, "Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit" kan? Pepatah itu berlaku untuk ibu milenial yang super sibuk dan mengeluh kekurangan waktu.

Sebagai ibu yang mengurus segala kebutuhan rumah tangga, memenuhi keinginan diri untuk terus berkarya dan berdaya, Saya Sempat kembali latihan vokalisi, pekerjaan di komunitas musik mengingatkan saya untuk mencicil latihan dan mempelajari genre musik terbaru satu per satu asal konsisten sehingga nantinya saya bisa kembali menjadi penyanyi bersinar.

Hobi yang menghasilkan karya dan dibayar itu sudah saya jalani selama 11 tahun. Kalau kata penyanyi Tulus, "Yang paling enak adalah bisa mendapatkan uang dari apa yang kita senangi. Itu adalah strata tertinggi karier impian". Saya sudah membuktikannya.

Yuk, kita luangkan waktu 15 menit saja setiap harinya untuk memaksimalkan potensi yang ada dan wujudkan mimpi.









Be First to Post Comment !
Posting Komentar