Top Social

dan ceritanya

Senin, 23 Oktober 2017

Panduan Memilih Investasi Bersama VISA, Ibu Berbagi Bijak, dan Prita Ghozie



Kata Investasi tentu sudah tidak asing bagi masyarakat pada umumnya. Seperti yang saya hadiri pada event VISA: Ibu Berbagi Bijak hari Selasa, 3 Oktober 2017.

Workshop bertema Financial Literacy III yang mengangkat topik Investment tentu sangat membantu saya yang berperan sebagai pekerja freelancer, istri sekaligus ibu seorang puteri, dalam menentukan jenis investasi seperti apa yang cocok untuk tujuan keuangan saya dan keluarga di masa depan?

Kegiatan workshop Ibu Berbagi Bijak ini semakin menarik dengan kehadiran narasumber cantik yang selalu kami tunggu-tunggu ilmu dari beliau untuk menjadi Ibu Bijak Cerdas Finansial. Beliau merupakan seorang Certified Financial Educator ternama yaitu, Prita Ghozie.

Kira-kira, seperti apakah kriteria pemilihan investasi? Yuk, saya bahas step by step-nya ya.

Step 1. Pahami Tujuan dan Profil Risiko

Tujuan pemilihan aset investasi selalu akan menjadi tolok ukur pertama sebelum kita menentukan pilihan pada jenis-jenis atau instrumen investasi tertentu. Menurut Prita Ghozie, tujuan ini harus disesuaikan dengan 2 hal terdahulu, yaitu financial check-up dan seberapa besar anggaran yang akan disisihkan untuk memulai memiliki investasi (dibahas dalam saving and budgeting).


Lalu setelah itu, pahami profil risiko kita sebagai investor. Ada 3 jenis profil risiko investor:
1. Investor Konservatif, adalah tipe inve8stor yang cenderung bermain di instrumen investasi yang aman dan risikonya rendah.
2. Investor Moderat, adalah investor yang memiliki tingkat toleransi terhadap risiko lebih tinggi asalkan imbal hasilnya sepadan.
3. Investor Agresif, adalah investor dengan tingkat toleransi risiko yang tinggi.

Step 2. Tentukan Jangka Waktu


Tujuan keuangan setiap individu tentu memiliki jangka waktu yang berbeda. Jangka waktu atau horizon waktu ini akan menentukan seberapa besar sumber daya yang harus disiapkan untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan. Harus ditentukan tujuan keuangan untuk jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Yang harus diingat dalam langkah ini yaitu kita akan selalu dihadapkan dengan tingkat inflasi.



Step 3. Ragam Investasi



Tanah, rumah, emas, deposito, tabungan berjangka, saham, reksadana, merupakan ragam investasi. Dapat dibagi lagi menjadi 3, yaitu:

1. Aset Fisik (Save): Logam Mulia, Properti
2. Surat Berharga (Invest): Deposito, Obligasi, Saham, Reksa Dana
3. Bisnis (Speculate): Franchise, Usaha

Selalu pertimbangkan dengan tingkat risiko investasi yang ada. Menurut Prita Ghozie, semua jenis investasi mengandung risiko, tapi risiko investasi ini bisa menjadi alat ukur untuk membagi-bagi kembali ragam investasi yang akan kita pilih.


Kita harus selalu berhati-hati dalam memilih jenis investasi yang sesuai. Banyak kasus-kasus yang mengatasnamakan investasi tapi berujung pada praktik penipuan. Risiko penipuan berkedok investasi harus kita cegah.

Upayakan untuk memiliki perhitungan yang rasional dari segi imbal hasil investasi yang didapat. Jangan mudah tergiur dengan modal investasi yang rendah tapi tingkat keuntungannya tinggi. Harap berhati-hati ya. Jangan sampai kita dirugikan atas pilihan investasi yang kurang rasional.



Step 4. Strategi Investasi


Istilah "Jangan pernah menyimpan semua telur dalam satu keranjang" ini benar adanya. Sebelum membayangkan keuntungan berinvestasi, buatlah strategi sederhana yang pastinya sesuai dengan tujuan keuangan kita.

Strategi investasi yang diterangkan oleh Prita Ghozie terdiri dari 3 tahap:

1. Cost Averaging: investasi rutin dapat membantu kita untuk meminimalisir exposure downside risk pada portofolio kita di suatu waktu.
2. Diversification: meminimalisir risiko dengan berinvestasi di berbagai sektor atau instrumen.
3. Long Term: risiko investasi tidak dapat dihindari, namun pada umumnya dapat diminimalisir dengan lamanya jangka investasi.

Step 5. Reviu dan Re-Alokasi



Yes, sebagai Ibu Bijak, kita pun harus bijak memilih investasi yang sesuai dengan kondisi sumber daya keuangan yang ada. Waspada selalu dengan investasi bodong. Pelajari kembali kasus-kasus investasi yang berujung pada penipuan. Pastikan investasi yang kita miliki tidak kalah dengan kenaikan inflasi.


Terima kasih The Urban Mama atas kesempatannya. Semoga bermanfaat bagi pembaca semua.
Be First to Post Comment !
Posting Komentar