Top Social

dan ceritanya

Sabtu, 30 Desember 2017

Bentuk Perhatian Ibu Untuk Mencintai Anak Dengan Lebih Baik

Hasna selalu bermain di ruang depan ramah anak rumah kami
Selalu senang bermain di rumah

Setelah mengalami proses hamil, melahirkan, menyusui, merawat bayi, membersamai tumbuh-kembang di setiap tahap usia anak, dan saat ini terus merancang pendidikan anak berbasis keluarga. Saya rasa semua hal itu seperti belum pernah cukup untuk sekedar dilalui bersama. Banyak hal yang membuat saya semakin hari, semakin jatuh cinta pada anak.

Cinta selalu identik dengan perasaan dan juga emosi. Cinta mengalir tanpa perlu balas budi. Begitu pun cinta ibu, selalu tercurah setiap waktu bagi anaknya dalam berbagai kondisi, suka maupun duka.

Selalu bersamanya
Selalu bersamanya di setiap proses tumbuh dan berkembang

Setiap ibu pasti mencintai anaknya. Cara mengungkapkan cinta setiap ibu pun pasti berbeda. Saya mencintai anak dengan cara banyak belajar dari anak. Saya percaya bahwa mendidik anak sama dengan mendidik diri sendiri.

Sepanjang perjalanan menjadi ibu, banyak sekali hal yang saya usahakan. Tanpa usaha ini mungkin saya bisa saja salah memahami anak. Beberapa usaha yang saya maksud, yaitu sebagai berikut:

1. Memperhatikan kebutuhan anak, menjaga kesehatannya secara menyeluruh, dimulai dengan ASI, vaksinasi lengkap sesuai usia, memberi makanan bergizi seimbang, stimulasi yang tepat sesuai usia, bermain bersama, membacakan buku, memberi fasilitas Ruang Depan Ramah Anak (RDRA) untuk anak melakukan eksplorasi dan eksperimen di rumah,
2. ‎Mendidik anak dengan bekal ilmu dari mengikuti lokakarya Montessori at Home dan Kelas Kurikulum Keluarga Kita,
3. ‎Manajemen waktu yang penting untuk prioritas memahami anak terhadap tantangan perkembangan sesuai tahap usia,
4. ‎Terus belajar dari anak, dan
5. ‎Menghargai anak dengan tidak membandingkan anak saya dengan anak yang lain.

RDRA Hasna
Fasilitas penujang aktivitas anak aktif, Ruang Depan Ramah Anak (RDRA) di rumah

Anak saya (usia 2 tahun 11 bulan) sangat aktif. Ia suka bermain dan sangat cinta "belajar". Cinta ini reflektif. Saya adalah ibu yang senang belajar. Belajar apa saja yang berkaitan dengan kebutuhan anak atas pertumbuhan dan perkembangannya.

Anak aktif kesehariannya sangat periang dan seperti tak ada rasa lelah dalam dirinya. Bermain trampolin, berlarian, tertawa sepuasnya, naik sepeda, minta dibacakan buku, main akting pura-pura jadi dokter hewan, penari, atau atlet, dan aneka kegemarannya yang melibatkan semua gerak tubuh.

Ada kalanya saya cemas dengan kondisi anak yang tiba-tiba diam tanpa ada tingkah polah anak aktif. Jika begitu, saya langsung bergegas mengambil termometer untuk cek suhu tubuhnya. Anak saya kalau sedang demam berbeda dari biasanya. Diam seperti tak ingin bergerak ke sana-kemari.


Tempra litahap.com
Solusi anak demam, Tempra Syrup untuk anak usia 1-6 tahun

Apa solusi demam anak saya? Selain diberi banyak air minum supaya tidak dehidrasi, saya selalu sedia paracetamol penurun demam, yaitu Tempra Syrup untuk anak usia 1-6 tahun.

Belajar terus memahami bahasa tubuh atas segala kondisi yang dirasakan oleh anak perlu keterampilan tersendiri, keterampilan terbaik hanyalah naluri seorang ibu yang tumbuh alami. Ibu pasti tahu yang terbaik untuk penurun demam anak tanpa efek samping terhadap lambung anak (aman di lambung), kepraktisan dalam memberikan obat karena sirup obat tidak perlu dikocok, larut 100%, dosis tepat (tidak menimbulkan over dosis atau kurang dosis), kesemua itu terkandung pada Tempra Syrup dengan rasa anggur yang disuka anak.

Tempra Syrup dengan Rasa Anggur untuk anak usia 1-6 tahun

Terima kasih Tempra Syrup, telah membersamai ketenangan saya sebagai seorang ibu dalam mengatasi demam pada anak yang aktif.

Belajar mencintai dengan lebih baik bahwa di setiap cara ibu memiliki kekuatan hati yang mampu menjadi penawar segala rasa.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra.



Be First to Post Comment !
Posting Komentar