Top Social

dan ceritanya

Minggu, 11 Februari 2018

Halodoc Membuat Ibu "Anti-Panik" Serta Beragam Mitos dan Fakta Seputar Penyakit Pada Anak


Ungkapan Cha Cha Thaib saat menjadi pembicara dalam Health Talkshow yang diselenggarakan Halodoc bekerjasama dengan The Urban Mama Bloggers


Setiap ibu tentu pernah mengalami kepanikan saat mengetahui anaknya sakit. Sebab kepanikan juga yang membuat ibu bingung, harus melakukan tindakan apa untuk anaknya? Kepanikan yang berujung khawatir/takut anak kenapa-kenapa ini yang membuat ibu-ibu banyak bertanya di komunitas kesehatan anak, baik itu facebook group atau whatsapp group. Tak jarang juga ibu bertanya pada grup whatsapp teman-teman SMA atau kuliah yang sudah memiliki anak dan dianggap lebih berpengalaman dalam merawat anak, menurut ibu bisa sedikit membantu mengatasi kepanikan yang wajar dialami para ibu baru.

Saat panik, tentu kita merasa kurang bisa berpikir jernih. Panik seringkali tidak mendatangkan solusi. Yang paling parah, kepanikan ini berujung pada percaya mitos-mitos yang masih dipercaya para orangtua modern. Ada yang percaya dengan mitos karena itu saran terbaik dari ibu kita. Ada pula yang mencari sumber terpercaya berupa artikel-artikel yang ibu perlukan di mesin pencarian Google melalui website kesehatan resmi yang dikelola oleh ahli kesehatan dan tim medis.

Cha Cha Thaib (Ibu 1 orang anak, Moms Influencer) sedang berbagi pengalaman meredam panik saat mendapati anak sakit


Senang sekali The Urban Mama dan Halodoc mengundang saya untuk hadir dalam acara Halodoc Bloggers Gathering pada hari Minggu tanggal 11 Februari 2018 di Paradigma Cafe, Jakarta Pusat. Mengangkat tema “Mitos dan Fakta Seputar Penyakit pada Anak”, saya mendapat kesempatan untuk mengenal mitos-mitos yang sering didapatkan dari kepercayaan orangtua zaman dahulu dan masih dipercaya hingga kini. Faktanya dijelaskan oleh dr. Herlina, Sp.A, beliau adalah dokter spesialis anak yang menjadi salah satu tim medis Halodoc.


Mitos dan Fakta Penyakit Pada Anak

dr. Herlina, Sp.A., memberi banyak saran dokter ahli supaya tidak mudah percaya mitos


Menurut dr. Herlina, Sp.A., terdapat 8 jenis mitos dan fakta yang sering menjadi kasus umum kepanikan para ibu menghadapi anak yang sedang sakit. Berikut saya jelaskan satu per satu beserta cerita pengalaman pribadi saat anak sakit:

1.    Kejang
Kejang
Mitos
Fakta
Memberi kopi pada anak dipercayai dapat mencegah kejang
Kejang pada anak kurang dari 4 tahun biasanya karena demam tinggi (kejang demam)
Pemberian kopi tidak disarankan pada anak, sebab metabolisme tubuh belum sempurna. Proses pengeluaran kafein di dalam tubuh lebih lambat.

Pengalaman saya pernah menghadapi anak usia 1 tahun kejang demam pasti membuat saya panik dan langsung mendatangi IGD rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan yang tepat dari tim medis. Menurut saya hal itu menjadi satu langkah untuk menyelamatkan anak. Setelah kejadian itu, saya semakin waspada jika sewaktu-waktu anak saya mengalami kejang demam kembali. Dokter spesialis anak sudah memberi resep obat kejang dengan dosis yang tepat. Dari pengalaman menghadapi kejang demam pertama itulah saya selalu sedia obat kejang di rumah dan menyediakan obat kejang tambahan dalam tas P3K mini yang selalu dibawa saat bepergian sebagai pertolongan pertama saat perjalanan membawa anak.


2.    Radang Amandel/Tonsilitis
Radang Amandel/Tonsilitis
Mitos
Fakta
Operasi pengangkatan amandel mengganggu daya tahan tubuh
Menurut saran dokter, radang amandel jika dibiarkan dapat menyebabkan risiko menjadi abses pada amandel semakin meningkat, sehingga menimbulkan efek samping berupa keluhan di ginjal (glomerulonefritis), hingga keluhan di jantung (penyakit jantung rematik)
Kapan dilakukan operasi? Jika diindikasikan batuk-pilek berulang lebih dari 7 kali dalam 1 tahun terakhir dan gangguan tidur sedang-berat

Radang amandel pernah saya alami sejak kecil. Beruntung tidak sampai pada tindakan operasi amandel. Dokter selalu memberi saya obat khusus untuk mengurangi radang amandel. Biasanya saya merasakan demam dan sulit menelan. Setiap ke dokter dan diminta membuka mulut, dokter selalu berkata, “Amandelnya radang”. Bersyukur setelah mengalami hamil dan melahirkan, amandel saya sudah tidak pernah radang lagi.

3.    Mimisan
Mimisan
Mitos
Fakta
Karena lelah, diberhentikan dengan cara menengadahkan kepala ke atas
Mimisan banyak faktor penyebab: trauma, keluhan di hidung, alergi, infeksi, keganasan (tumor/kanker)
Saran Dokter: hidung ditekan beberapa saat (posisi duduk/tegak)

Saya waktu masih anak-anak pernah mengalami mimisan. Kebetulan kondisi hidung saya kering dan pernah beberapa kali bersin selalu mengeluarkan darah. dr. Herlina, Sp.A, mengatakan bahwa mimisan tidak selalu disebabkan oleh kelelahan atau penyakit serius. Bisa juga akibat bagian dalam hidung mengalami kekeringan atau tidak sadar sudah mengorek hidung dengan kuku yang panjang dan kotor. Jadi sebelum curiga mimisan yang dialami merupakan tanda penyakit serius, sebaiknya memang mengetahui penyebab sebelum mimisan terjadi.

4.    Terlambat Jalan
Terlambat Jalan
Mitos
Fakta
Karena lebih dulu bicara
Keduanya tidak berhubungan
Terlambat jalan bisa disebabkan oleh kemampuan motorik dan keseimbangannya kurang baik

Anak saya mengalami terlambat jalan. Saya pernah merasa ada yang tidak beres dengan perkembangan motorik kasar pada anak. Berkonsultasi dengan dokter spesialis anak yang rutin kami datangi dan beliau menyatakan anak belum bisa berjalan hingga 18 bulan itu masih normal. Setidaknya perkembangan motorik kasar yang lain seperti merangkak, merambat, berjalan sendiri sambil berpegangan tangan dengan orangtua, dan itu semua masih dinikmati oleh anak, tidak perlu khawatir. Akhirnya anak saya berani berjalan sendiri tanpa berpegangan saat usia 17 bulan. Sekarang usianya sudah 3 tahun dan sangat senang lari-lari.

5.    Demam
Demam
Mitos
Fakta
Kompres air dingin
Kompres air dingin dapat meningkatkan suhu tubuh sehingga menyebabkan anak kembali demam

Demam paling sering dialami anak saat usia 1 tahun hingga 2 tahun. Daya tahan tubuh anak masih berkembang dan masih tahap pemberian vaksinasi sesuai Tabel Vaksinasi yang disarankan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia). Bersyukur masa-masa demam pasca vaksin 2 tahun pertama anak sudah dilalui dengan lancar tanpa panik-panik lagi. Belajar dari menangani demam ringan, demam tinggi, hingga demam kejang yang pernah dialami anak membuat saya semakin percaya diri merawat anak sakit di rumah.

6.    Cacar Air
Cacar Air
Mitos
Fakta
Tidak boleh mandi
Cacar air biasanya disebabkan oleh virus
Mandi tetap disarankan agar higienitas tubuh tetap terjaga
Terapi sesuai gejala yang ada dengan penambahan vitamin dan istirahat di rumah

Beruntungnya anak saya sudah diberi Vaksin Varicella oleh dokter spesialis anak sebagai upaya pencegahan penyakit cacar air saat usia anak 20 bulan. Waktu masih anak-anak saya pernah mengalami cacar air, rasanya sangat tidak nyaman dan gatal sekali. Cacar air ini memang sembuh sendiri jika diberi tambahan vitamin untuk menambah imunitas tubuh. Cacar air membuat saya bolos sekolah karena harus izin sakit selain khawatir menular ke teman-teman sekolah. Bentuk ikhtiar kami pada anak dengan memberinya vaksin varicella dengan harapan saat sekolahnya nanti tidak sering izin sakit seperti pengalaman saya dahulu.

7.    Tumbuh Gigi
Tumbuh Gigi
Mitos
Fakta
Demam
Suhu tubuh anak akan meningkat namun jarang di atas 38 derajat celcius
Hati-hati! Adanya infeksi yang lain

Fase pertumbuhan yang satu ini membuat kita para ibu harap-harap cemas. Tumbuh gigi ini bisa jadi menyenangkan dan kurang menyenangkan. Penyebab tumbuh gigi ini menjadi kurang menyenangkan adalah anak malas makan. Demam hanya bawaan kondisi tubuh anak saja. Kalau anak saya sedang sehat, fase tumbuh gigi justru tidak menyebabkan demam dan tidak rewel sama sekali.

8.    Gondongan
Gondongan
Mitos
Fakta
Diobati dengan blau
Gondongan disebabkan oleh virus
Diobati berdasarkan gejala yang ada
Istirahat di rumah

Saat usia sekolah dasar, saya pernah izin sakit (lagi) gara-gara gondongan. Sakit dan pegal karena bengkak gondongan di sisi wajah area bawah rahang tepatnya di bawah telinga saya rasakan bersamaan. Dulu saya pernah disarankan menggunakan kompres air hangat di bagian yang bengkak gondongan. Saya juga diajak ibu saya ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat. Gondongan sembuh, saya bisa kembali sekolah.

Dari berbagi cerita ini, bersyukur sekali ternyata saya lebih percaya fakta ahli kesehatan dibandingkan mitos-mitos yang beredar di masyarakat.


Teknologi dari Aplikasi Halodoc Dapat Mengatasi Keluhan Pada Kesehatan Anak

Felicia Kawilarang menjelaskan manfaat serta fitur-fitur aplikasi Halodoc


Halodoc merupakan aplikasi kesehatan yang telah berada di tengah masyarakat Indonesia sejak tahun 2016. Menurut Felicia Kawilarang selaku VP Marketing Communication Halodoc, "Aplikasi Halodoc dihadirkan untuk memberi edukasi kepada para ibu mengenai penanganan medis yang tepat untuk sejumlah penyakit umum pada anak. Lewat situs Halodoc, para ibu bisa mendapat berbagai informasi kesehatan berupa artikel yang terpercaya. Selain itu, para ibu dapat dengan mudah mengunduh aplikasi Halodoc di smartphone masing-masing, dan memanfaatkan fitur-fitur Halodoc yang ada."

dr. Herlina, Sp.A., menjelaskan, "Peran dokter atau ahli medis dibutuhkan dalam memberikan kenyamanan kepada para ibu baik saat penanganan maupun konsultasi. Berkonsultasi dengan ahli medis merupakan tindakan pertama yang tepat, sehingga ibu tahu apa yang perlu dilakukan sebelum terlambat karena penanganan yang salah. Dengan saran dari ahli medis serta tindakan yang benar saat menangani anak ketika sakit, anak dapat pulih dalam kondisi yang cepat."

Mitos dan fakta penyakit pada anak sudah saya jelaskan beserta cerita pengalaman saat menangani anak sakit di rumah. Kebetulan sekali aplikasi Halodoc sudah ada dalam smartphone Android yang sering saya gunakan. Saya mengetahui aplikasi Halodoc bermula dari aplikasi Go-Jek yang secara rutin berguna dan sangat membantu sekali karena Halodoc bermitra dengan aplikasi Go-Jek khusus layanan Apotik Antar 24 jam.


3 Fitur Utama Aplikasi Halodoc

3 fitur utama aplikasi Halodoc



Apotik Antar

Fitur layanan apotik antar 24 jam yang bebas biaya pengantaran. Para ibu dapat memesan obat langsung melalui fitur ini. Khusus pengguna Aplikasi Halodoc diberikan diskon sampai 50% untuk membeli obat di Layanan Apotik Antar 24 jam dari Halodoc Hemat dan Watsons.

Hubungi Dokter
Fitur Hubungi Dokter dalam aplikasi Halodoc memudahkan pencarian dokter spesialis yang dituju

Kelebihan Halodoc ini salah satunya jika tiba-tiba anak sakit dan tidak memungkinkan pergi ke dokter segera bisa berkonsultasi langsung dengan dokter anak melalui video call. Canggih kan? Cara ini sebagai bentuk pertolongan pertama jika orangtua merasa bingung harus melakukan tindakan apa saja sebelum pergi ke dokter secara tatap muka. Ini bisa mencegah salah diagnosa yang fatal akibatnya jika dilakukan tanpa pengawasan dokter. Aplikasi Halodoc memiliki tim medis mulai dari dokter umum,  spesialis anak, internis (spesialis penyakit dalam), hingga spesialis mata, yang praktik online 24 jam. Kelebihan lainnya, pengguna aplikasi Halodoc mendapat promosi berupa gratis konsultasi dengan dokter ahli.

Lab Service
Fitur Lab Service dalam aplikasi Halodoc memberikan beragam pilihan paket pemeriksaan lab yang bekerjasama dengan Prodia
Lab Service dari aplikasi Halodoc memberi layanan pengecekan kesehatan yang bekerjasama dengan Prodia. Fitur ini memungkinkan phlebotomist (petugas lab) untuk datang ke rumah atau kantor, dan melakukan pengecekan kesehatan seperti cek darah, ataupun urine. Saat ini fitur Labs dapat dimanfaatkan oleh pengguna Halodoc di sekitar Jakarta Pusat dan Selatan


Saya akan berbagi pengalaman menggunakan aplikasi Halodoc:

Unduh di Google Store untuk smartphone Android dan App Store untuk smartphone iOS 




Cara unduh aplikasi Halodoc di Google Store mudah sekali, klik bagian bertulisan "Instal". Setelah  aplikasi Halodoc terpasang, bisa langsung klik "Buka". Hal pertama yang dilakukan setelah mengunduh adalah verifikasi nomor handphone aktif. Setelah itu, aplikasi Halodoc siap digunakan.




Artikel Kesehatan Lengkap Sesuai Kategori

Fitur Artikel dalam aplikasi Halodoc yang memudahkan untuk mencari informasi kesehatan terpercaya
Tidak perlu bingung lagi mencari artikel kesehatan anak yang terpercaya. Dalam aplikasi Halodoc sudah menyediakan fitur Artikel. Kategori artikel yang lengkap sesuai kebutuhan untuk menjaga kesehatan, dan bagi ibu baru, "Bye-bye panik".

Dapat Membuka Website Resmi Halodoc di www.halodoc.com

www.halodoc.com yang fiturnya serupa dengan aplikasi Halodoc. Website Halodoc dapat dimanfaatkan pula di Browser PC
Selain fitur-fitur bermanfaat dalam aplikasi Halodoc. Teman-teman semua dapat mendapatkan informasi menarik seputar kesehatan dan aneka tips Gaya Hidup Sehat di website www.halodoc.com, Facebook "Halodoc", Twitter @HalodocID, dan Instagram @halodoc.

Lengkap sekali, dan bagi saya yang sehari-harinya turut serta menjaga kesehatan anak dan keluarga, Halodoc membantu saya dalam memperoleh informasi kesehatan terpercaya. Saya yakin, ibu-ibu lainnya tidak akan mudah percaya mitos, sebab Halodoc mempermudah akses edukasi kesehatan bagi semua masyarakat di Indonesia.

Terima kasih Halodoc dan The Urban Mama


Terima kasih kepada Halodoc dan The Urban Mama yang telah mengundang saya di acara Halodoc Bloggers Gathering. Semoga catatan dan berbagi cerita saya bermanfaat untuk teman-teman pembaca semua.

3 komentar on "Halodoc Membuat Ibu "Anti-Panik" Serta Beragam Mitos dan Fakta Seputar Penyakit Pada Anak"
  1. yeaay seru dan bermanfaat banget ya mbak Lita. seneng bisa belajar bareng dan berbagi pengalaman sama buibu cerdas sekalian kumpul2 hehee

    BalasHapus
  2. Betul Mbak Dewi. Topik pembahasannya menarik dan sangat bermanfaat. Bisa dipraktikkan kembali nanti jika sewaktu-waktu diberi amanah anak kedua. Jadi ibu 'anti-panik' itu perlu usaha belajar. Bersyukur sekali dapat kesempatan belajar kesehatan anak ya Mbak. :)

    BalasHapus
  3. Pembahasannya Yang diperluin para urban mama ya mba

    BalasHapus