Top Social

dan ceritanya

Rabu, 21 Februari 2018

Manajemen Keuangan Keluarga

Manajemen Keuangan Keluarga dapat diartikan secara umum, yaitu suatu cara mengelola keuangan dari sumber penghasilan tetap maupun usaha dengan jumlah yang ditentukan untuk mencapai tujuan keluarga dalam jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

Setiap manusia memiliki tujuan bukan? Begitu pula dengan keluarga. Setiap keluarga pasti memiliki tujuan yang ingin dicapai.

Mengapa mengelola keuangan keluarga sangat penting? Sebab banyak sekali yang mengeluh dan mempermasalahkan tentang uang penghasilan suami kurang, uang penghasilan usaha kok segini-gini saja, pusing menghitung jumlah biaya pendidikan yang harus dikeluarkan bagi setiap anak, sampai ke bagian memiliki investasi tapi kok tidak menghasilkan apa pun.

Ibu sebagai manajer keuangan keluarga wajib secara rutin mengetahui aliras kas keluarga. Penting sekali bagi setiap anggota keluarga memiliki dasar literasi keuangan yang baik. Mengapa? Karena dengan memiliki dasar ilmu mengelola berbagai masalah yang berkaitan dengan uang dapat terselesaikan, dengan syarat cara mengelola uangnya harus benar dan sesuai dengan kondisi keuangan yang ada saat ini.

Idealnya ada cara mengelola keuangan keluarga yang mudah sekali dipraktikkan, apa saja?

1⃣ Cek dulu yuk kondisi keuangan keluarga yang ada saat ini.
๐Ÿ‘‰๐ŸปCara mengeceknya, catat pemasukan yang diterima rutin setiap bulan, terdiri dari penghasilan tetap dan penghasilan usaha.

2⃣ Catat pengeluaran apa saja yang rutin dikeluarkan setiap bulan.
๐Ÿ‘‰๐ŸปDasar-dasarnya dimulai dengan:
✅mengeluarkan Zakat, infak, sedekah
✅kebutuhan keluarga setiap bulan termasuk tagihan rutin bulanan (iuran perumahan, listrik, air, telepon, gas),
✅Tabungan keluarga,
✅ tabungan pendidikan anak,
✅investasi yang bermanfaat di dunia dan di akhirat,
✅simpanan masa sulit (biasa disebut dana darurat)

3⃣ Minta setiap anggota keluarga menuliskan keinginan di selembar kertas, termasuk keinginan diri kita dan keinginan suami, anak-anak yang sudah mengerti dapat menuliskan keinginannya

4⃣ Buatlah laporan keuangan keluarga yang sederhana. Dimulai dengan bagan pendapatan dan bagan pengeluaran.

5⃣ Mengelola keuangan keluarga secara syariah harus rajin-rajin cek laporan keuangan keluarga secara berkala.
๐Ÿ‘‰๐Ÿป Apakah cara mengelola keuangan keluarga ini mengandung maisir, gharar, dan riba? Cara yang paling mudah, hindari melakukan transaksi yang mengandalkan kartu kredit sebagai pengganti alat pembayaran. Prinsip Cash is king tetap yang terbaik.

6⃣ Sesuaikan keinginan setiap anggota keluarga dengan kondisi keuangan yang ada. Dari menuliskan keinginan setiap anggota keluarga, biasanya akan tercetus cara atau strategi yang tepat untuk mendapat penghasilan tambahan supaya tujuan yang ingin diwujudkan dapat tercapai, jadi selanjutnya setiap anggota keluarga akan lebih nyaman mendiskusikan cara mengelola keuangan seperti apa yang diharapkan.

Pengelolaan keuangan keluarga harus transparan dan realistis, bukan mengada-ada atau markup data keuangan keluarga. Kalau salah satu anggota keluarga tidak terbuka mengenai masalah keuangan, maka biasanya akan rentan menghadapi konflik yang semuanya selalu bermula dari ketidakmampuan mengelola keuangan.

Uang memang bukan segalanya, tapi kenyataannya kita semua hidup perlu uang kan?

Rezeki itu pasti, kemuliaan yang harus dicari itu benar. Setiap makhluk sudah dijamin rezekinya oleh Allah. Tinggal seberapa kuat mental kita berusaha dan berdoa memohon kelancaran dalam setiap usaha yang kita lakukan. Berusaha bekerja mencari rezeki yang halal, termasuk usaha salah satunya adalah mengelola keuangan yang tepat dan sesuai tujuan yang ingin dicapai keluarga.


Berbagi Ilmu Manajemen Keuangan, semoga bermanfaat bagi pembaca litahap.com

1 komentar on "Manajemen Keuangan Keluarga"