Top Social

dan ceritanya

Senin, 05 Maret 2018

Memahami Perkembangan Anak Usia 3 Tahun



Menghadapi anak usia 3 tahun tentu bertambah lagi tantangan memahami perkembangannya memasuki fase balita (3-5 tahun). Masa batita (0-2 tahun) yang sudah dilalui anak, menjadi gambaran dasar untuk proses observasi yang dilakukan orangtua selanjutnya.

Saya saat ini sedang membersamai anak usia 3 tahun. Apa saja yang terjadi dengan si 3 tahun?

1.    Anak Menjadi Lebih Mandiri
Dari pengalaman saya, awal usia 3 tahun ditandai dengan keinginan anak untuk lebih mandiri. Semua kebutuhan harian, Ia sudah mampu memilihnya sendiri. Terkadang terjadi konflik kecil jika si 3 tahun tidak kita percaya bahwa Ia bisa melakukannya sendiri. Tantangan terbesarnya, saya harus merelakan ‘bayi saya’ tumbuh dan berkembang dengan penuh rasa percaya pada anak bahwa Ia mampu menghadapi tantangan perkembangannya.

2.    Semakin Aktif Bergerak
Menjadikan anak yang tumbuh dan berkembang dengan bahagia adalah tujuan saya membesarkannya. Suatu anugerah dapat melihat tumbuh-kembang anak menjadi individu kecil yang memiliki keunikan. Hal yang paling saya syukuri dari fase perkembangan anak usia 3 tahun adalah Ia tahu kebutuhan dasarnya selain tidur dan makan, yaitu melatih otot-otot besarnya untuk bergerak lebih banyak dari sebelumnya. Anak saya lebih rajin olahraga daripada maminya.

3.    Anak Menjadi Lebih Keras Kepala
Saya sering menyebut anak keras kepala dengan sebutan anak yang memiliki keinginan kuat untuk mencapai apa pun yang ingin Ia peroleh. Apa pun keinginannya, Ia semakin pintar mencari cara yang dapat meluluhkan hati kedua orangtuanya. Sisi keras kepala dapat menjadi efek positif dan juga efek negatif. Sisi positifnya, anak lebih berani dan percaya diri mengutarakan keinginan serta kebutuhannya. Sedangkan sisi negatifnya, orangtua seperti sering diaduk-aduk emosinya oleh si 3 tahun. Perlu sekali upaya pengelolaan emosi dari sisi orangtua, sebab di fase usia 3 tahun, anak sedang rajin sekali meniru cara orangtuanya menunjukkan emosi.


4.    Orangtua Tetap Menjadi Pusat Dunia Bagi Anak Usia 3 Tahun
Meskipun anak sudah semakin tumbuh besar dan berkembang menjadi lebih mandiri, harus diingat bahwa peran orangtua masih dibutuhkan anak. Biasanya peran orangtua di fase ini lebih banyak latihan percaya pada anak. Penting sekali melatih untuk melepaskan anak. Hikmah dari tantangan ini, orangtua bisa mulai melatih mental untuk siap melepaskan anak. Sejak usia 3 tahun lah anak bisa dilatih untuk melepaskan ketergantungan akan kehadiran fisik orangtuanya, kelak akan berguna saat anak memasuki fase perkembangan anak usia sekolah. Dari latihan melepaskan, anak akan belajar tentang perpisahan sementara dengan waktu yang telah disepakati. Perlahan, anak mulai percaya bahwa dari perpisahan sementara dengan orangtua, ia belajar bahwa orangtuanya akan selalu kembali.

Baru 4 hal yang saya alami ketika membersamai balita usia 3 tahun 1 bulan. Memasuki tahun keempat bersama anak, saya masih akan terus belajar memahaminya. Tidak ada harapan khusus, sebab saya menyadari tidak ada orangtua yang sempurna. Belajar lebih banyak dari pola tumbuh-kembang anak sendiri tentu lebih bijak.


Be First to Post Comment !
Posting Komentar