Top Social

dan ceritanya

Jumat, 18 Mei 2018

Kebiasaan Menulis Mampu Meningkatkan Kompetensi Anak Indonesia


Kompetensi anak Indonesa berada dalam masa kritis. Pendidikan di Indonesia tentu saja semakin baik, namun belum ideal.

Proses UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) bagi sebagian besar siswa justru mengalami kesulitan, dengan alasan sulit menyelesaikan soal-soal.

Berdasarkan riset PISA (Programme for International Student Assessment), Indonesia berada pada peringkat 60 dari 72 negara. Malaysia berada di 40 besar. Cambodia masih berada diatas Indonesia. Hasil riset yang mengkhawatirkan bukan?

Kebiasaan menulis menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhajir Effendy, menyebutkan bahwa kemampuan anak TK bahkan mahasiswa, tingkat kesulitan masih bermasalah dalam penulisan menggunakan kaidah EYD.


Kemampuan Menulis Analitis

Pemahaman anak dalam mengekspresikan ide (argumentasi) melalui tulisan masih rendah. Tentu penyebabnya dari banyak faktor. Kompetensi guru mempengaruhi kompetensi siswa. Hasil studi kompetensi guru menyebut kondisi guru masih kesulitan dalam menulis rencana pendidikan. Kebanyakan yang sudah ada dalam kurikulum di-copy-paste. Hal itu pula yang menyebabkan kompetensi menulis masih rendah.

Kecerdasan menulis mampu menumbuhkan karakter anak. Sebab tanggung jawab pendidikan ada di tangan orangtua. Bagi sebagian ibu bekerja, penting sekali membangun kemitraan dengan asisten rumah tangga. Tugas pendidikan anak bukan tugas orangtua saja, namun tugas bersama.

Saat awal terbentuknya kebiasaan menulis tangan, biasanya anak mulai mencoba menulis apa saja. Itu artinya, anak sedang mencoba mengkonstruksi apa yang ada dalam pikirannya. Proses menulis dimulai sejak usia dini, sering disebut keterampilan pra-menulis. Stimulasi sensori motor berperan untuk melatih keterampilan menulis, sehingga secara bertahap kemampuan menulis analitis dapat dipraktikkan dalam kebiasaan menulis secara rutin.


Ayo Menulis Bersama SiDU!

Bahagia sekali saya bersama The Urban Mama hadir untuk mendukung gerakan nasional “Ayo Menulis Bersama SiDU!”. Rangkaian gelar wicara (talk show) bertajuk “Membangun Generasi Cerdas Indonesia Melalui Kebiasaan Menulis” ini banyak membahas lebih dalam mengenai pentingnya menulis untuk meningkatkan kompetensi anak, serta peran orang tua dan guru untuk menumbuhkan kebiasaan tersebut.


Acara ini berlangsung pada tanggal 8 Mei 2018 di The Icon, Morrissey Hotel Jakarta. Beberapa narasumber yang hadir mendukung gerakan nasional, yaitu Nurman Siagian (Pakar Edukasi Anak), Melly Kiong (Praktisi Mindful Parenting dan Penulis beberapa buku parenting best seller), Fayanna Ailisha (Penulis Cilik yang telah mempublikasikan lebih dari 40 buku di usia 13 tahun), dan Martin Jimi (Consumer Domestic Business Head SiDU).


Sinar Dunia (SiDU), Sahabat Menulis Anak Indonesia

Semua tentu sudah kenal dengan brand buku tulis ternama Sinar Dunia (SiDU) kan? Sejak taman kanak-kanak, hingga kini sudah dikaruniai satu anak, buku tulis dan buku gambar Sinar Dunia telah menjadi bagian dari proses belajar menulis. Saya dan anak balita masih mengandalkan buku tulis dan buku gambar Sinar Dunia. Kualitas kertasnya top, dan yang pasti mudah ditemui di toko buku mana pun dengan harga yang terjangkau.

Sinar Dunia (SiDU), salah satu produk buku tulis Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas, menggagas sebuah gerakan nasional “Ayo Menulis Bersama SiDU!”. Gerakan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi dan keterampilan anak melalui kebiasaan menulis.


Yuk, jadikan kebiasaan menulis sebagai bentuk kepedulian kita selaku orangtua untuk meningkatkan kompetensi anak Indonesia.

Be First to Post Comment !
Posting Komentar