Top Social

dan ceritanya

Senin, 13 Agustus 2018

Kelola Uang Dengan Bijak Untuk Womenpreneur Bersama Ibu Berbagi Bijak



Saat masih bekerja aktif, dapat gaji bulanan itu adalah momen dimana saya harus menghitung jumlah simpanan dan pengeluaran. Setelah berumahtangga dan dikaruniai seorang anak, saya memilih untuk tidak bekerja aktif. Apa yang saya lakukan? Saya kembali menjalani hobi lama saya yang menghasilkan, yaitu menyanyi.

Menjadi seorang ibu satu anak sekaligus pekerja lepas (freelancer), membuat saya tertantang mengelola keuangan yang sumbernya tunggal (penghasilan suami). Uang honor yang saya hasilkan kadang ada-kadang tidak ada, mengalami pasang-surut, tergantung momen dan tawaran menyanyi. Biasanya, uang honor digunakan untuk pengembangan diri (self development) dan mengajak si kecil jalan-jajan.

Bertepatan dengan kondisi dimana saya "nekad" mengambil jenjang professional diploma montessori di salah satu lembaga pendidikan guru montessori, saya mendapat kesempatan dari The Urban Mama untuk belajar (kembali) mengelola keuangan bersama VISA dan #IbuBerbagiBijak.



Rabu, 8 Agustus 2018, bertempat di Gedung Nyi Ageng Serang, saya mengajak si kecil Hasna untuk mengikuti Workshop #IbuBerbagiBijak: "Bijak Kelola Keuangan, Kunci Keluarga dan Masa Depan Sejahtera" bersama Prita Ghozie (Financial Educator) dan Jenahara Nasution (Womenpreneur). Dihadiri pula oleh Ibu-Ibu Dharma Wanita Pemprov DKI Jakarta dan Blogger dari berbagai komunitas.


Perempuan dan Literasi Keuangan



Tahun kedua VISA Indonesia mengadakan program program literasi keuangan bertajuk #IbuBerbagiBijak bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia.

Menurut data OJK 2018, tingkat literasi keuangan perempuan hanya 25% dibanding pria 33%. Pada kenyataannya 75% pengelolaan keuangan rumah tangga berada di tangan perempuan.

Literasi keuangan tentu penting, sebab dalam era financial inclusion (keuangan inklusif) merupakan suatu gerakan untuk membuka akses layanan perbankan yang seluas-luasnya bagi masyarakat. Masih ada lho yang sampai saat ini belum memanfaatkan jasa layanan perbankan. Sekarang adalah era dimana satu kartu tap cash bisa berguna untuk berbagai fungsi, selain untuk membeli kopi di kafe kesayangan, bisa untuk bayar tiket nonton, makan di restoran, bayar transportasi umum. Selain debit card dan credit card yang dimiliki, faktanya masih banyak yang belum benar-benar bijak cara menggunakan dan mengelolanya.

Kali ini, VISA dan #IbuBerbagiBijak bersama Prita Ghozie akan memaparkan cara Bijak Kelola Keuangan.



Masih sangat lekat dalam ingatan dan reminder dari Prita Ghozie tentang step by step menuju keuangan ideal:

1. Financial checkup

Ayo cek kembali pemasukan dan pengeluaran rutin apakah keuangan kita sehat atau tidak? Tanya pada diri sendiri,

📝Apakah punya utang?
📝Apakah biaya hidup lebih rendah dari pemasukan?
📝Apakah punya dana darurat?
📝Apakah punya tabungan?

Pentingnya untuk bertanya pada diri sendiri dan tentu saja bahan refleksi pengalaman mengelola keuangan saya sejauh ini sudah tidak ada pengeluaran online shop. Bagi saya pribadi, online shop terkadang menjadi "racun keuangan" yang tentu saja menghambat impian utama saya dan keluarga untuk segera terwujud. Sebab ingat secara realistis, disamping biaya hidup bulanan, ada KPR dan biaya studi profesional yang sedang saya jalani di sebuah institusi pendidikan anak usia dini. Ada upaya untuk memenuhi kebutuhan tugas studi sekaligus biaya transportasi rutin (meskipun selalu merasa terengah-engah sendiri seolah nggak pernah ada rasa aman; mungkin karena sudah jadi ibu-ibu ya jadi rentan terdistraksi). Pada dasarnya kembali diingatkan bahwa saya masih harus banyak belajar mengelola risiko (nggak terlalu nekad).

2. Mengelola arus kas

Pembagian jumlah penghasilan yang didapat dari hasil bekerja atau usaha idealnya memenuhi standar perhitungan:

5% persen zakat
10% assurance (dana darurat dan asuransi)
30% biaya hidup
30% cicilan atau pinjaman
15% investasi
10% gaya hidup

Sudahkah sesuai dengan perhitungan diatas?

3. Merencanakan keuangan

Menjelang Idul Adha biasanya ada dana yang dialokasikan untuk membeli hewan kurban. Rencana merayakan Idul Adha dengan berkurban tentu saja bukan berasal dari penghasilan rutin bulanan, melainkan dari THR yang didapat 1 tahun sekali. Secara sederhana, merencanakan keuangan keluarga wajib memperhatikan momen dan tentu saja impian serta tujuan keuangan dari masing-masing anggota keluarga ya.

3 Cara Menambah Penghasilan Rumah Tangga

Masih bingung mau dapat uang tambahan tapi nggak tahu caranya? Prita Ghozie memberikan 3 Cara Menambah Penghasilan Rumah Tangga:

1. Bekerja secara aktif
2. Menjadi investor
3. Menjadi womenpreneur

Di zaman perempuan bisa berdaya dari rumah, tentu saja banyak kekhawatiran mengenai ketidakstabilan yang akan dihadapi. Sepertinya seru ya bisa berdaya dan berkarya dari rumah, pastinya sambil menambah penghasilan rutin dari usaha di rumah. Selain memiliki banyak kelebihan, usaha yang berasal dari rumah pun memiliki tantangan tersendiri. Mari merefleksikan kembali tentang keinginan menjadi womenpreneur. Tantangan memulai usaha bagi womenpreneur diantaranya:

✅Mau usaha apa?
✅Apa hobi atau kesukaan?
✅Apakah ada pasar untuk hasil dari hobi?
✅Apa jam kerja yang disukai?

Kamu sudah tahu jawabannya? Kalau sudah tahu, take action, wujudkan impian menjadi womenpreneur. 💪


Tips Mengelola Keuangan Pebisnis

Kalau impian menjadi womenpreneur sudah terwujud, langkah selanjutnya kembali pada pengelolaan keuangan yang berlaku untuk semua pebisnis. Prita Ghozie menerangkan tentang 5 tips mengelola keuangan pebisnis:

1. Punya rencana pengeluaran
2. NO utang konsumtif, it's a BIG NO for every business women
3. Setiap ada keuntungan langsung tabung dan investasikan
4. Miliki dana darurat
5. Miliki asuransi kesehatan dan asuransi jiwa.



Terkesan mudah ya, namun praktiknya penuh sekali dengan tantangan.

Setelah mendapat arahan bagaimana cara mengelola keuangan bagi para ibu yang ingin berbisnis, Jenahara Nasution berbagi kisah womenpreneur ups and downs. Ibu dari 3 anak ini merupakan pebisnis moslem wear (hijab) dan masih digelutinya hingga kini.



Tips penting dari Jenahara Nasution, kita harus punya GOAL tentang motivasi dan tujuan spesifik hidup dengan melakukan sesuatu diluar kebiasaan. Daaan yang super penting, support system dari suami adalah hal paling utama, dukungan keluarga sangat berharga dalam perjalanan sukses bisnisnya.

"Cintai proses yang bisa menjadikan hidup kita lebih grateful." - Jenahara Nasution

Saya sangat berterimakasih kepada The Urban Mama Bloggers Meet Up dan Ibu Berbagi Bijak yang telah mengajak saya dan semua ibu untuk lebih baik lagi mengelola keuangan keluarga sebagai kunci dan masa depan kesejahteraan keluarga Indonesia. Semoga catatan saya bermanfaat. ❤
Be First to Post Comment !
Posting Komentar